Wisata Museum

Wisata Museum di Kota Tua, Kembali ke Zaman Kolonial

Cerita tentang zaman kolonial Belanda sudah sering kita dengar dari SD. Tapi sekarang, atmosfir zaman kolonial Belanda paling cuma bisa dibayangkan. Kecuali kalau kita menjejakkan kaki di beberapa spot, seperti kawasan Kota Tua Jakarta. Deretan gedung tua di sana ibarat magnet. Apalagi, selain menikmati pemandangan gedung-gedung tua, kita juga bisa melakukan banyak kegiatan seru. Misalnya, wisata museum di Kota Tua.

Di kawasan Kota Tua, tuh, ada banyak museum yang letaknya saling berdekatan. Jadi, kalau mau wisata museum, dalam waktu satu hari saja kita sudah bisa datang ke banyak museum. Berikut lima pilihan museum yang harus masuk dalam list.

Museum Sejarah Jakarta

Museum ini sebelumnya bernama Museum Fatahillah. Menempati gedung Balai Kota (Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1620 di era Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen, museum yang terletak tepat di Jalan Taman Fatahillah No.2, Jakarta Barat, tersebut merupakan ikon Kota Tua Jakarta.

Museum Sejarah Jakarta memiliki 23.500 koleksi barang bersejarah berbentuk benda asli maupun replika. Tapi, yang dipamerkan untuk publik hanya sekitar 500 buah. Salah satu koleksinya yang harus dilihat adalah lukisan berjudul Pertempuran Sultan Agung melawan JP Coen, karya pelukis kenamaan S. Suodjojono. Lukisan berukuran besar tersebut dibuat khusus atas pesanan mantan gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

Museum Wayang

Dulu, gedung Museum Wayang di Kota Tua adalah sebuah gereja yang hancur akibat gempa tahun 1808. Setelah dibangun kembali gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Museum Wayang, sejak tahun 1975.

Museum yang beroperasi dari hari Selasa – Minggu mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB ini menyimpan berbagai jenis wayang dari seluruh Indonesia. Selain bisa menikmati koleksi wayang, di sini kita juga bisa menikmati pertunjukan wayang yang diselenggarakan secara berkala setiap bulan. Biasanya pertunjukan ini diselenggarakan di hari Minggu.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Lukisan-lukisan maestro seni lukis Indonesia seperti Basuki Abdullah, Afandi, Joko Pekik, Soedjojono, dan Henk Ngantung, menjadi koleksi utama dari Museum Seni Rupa dan Keramik. Di museum yang terletak di sisi kanan Museum Sejarah Jakarta ini juga sering berlangsung pameran lukisan karya seniman-seniman muda.

Selain menikmati koleksi lukisan, kita juga bisa mengikuti workshop pembuatan keramik dari tanah liat. Terbuka untuk umum dan cocok sekali untuk anak-anak.

Museum Bahari

Sekitar satu kilometer ke arah utara dari Museum Sejarah Jakarta, tepatnya di kawasan Pasar Ikan, Luar Batang, terdapat Museum Bahari. Berdiri berdekatan dengan Menara Syahbandar, Museum Bahari menempati lokasi bekas gudang penyimpanan rempah-rempah, salah satu peninggalan tertua di masa kolonial Belanda. Di sini kita bisa melihat koleksi replika perahu tradisional, sekaligus belajar soal sejarah maritim di Indonesia.

Museum Bank Indonesia

Penutup terbaik saat melakukan wisata museum di Kota Tua adalah Museum Bank Indonesia. Bank Indonesia membebaskan biaya masuk ke museum yang disajikan dengan konsep modern ini. Selama berada di sana, kita akan disuguhkan beragam informasi edukatif mengenai fungsi dan peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *